Showing posts with label Dalam Negeri. Show all posts
Showing posts with label Dalam Negeri. Show all posts

Wednesday, April 15, 2009

PDS Berkoalisi Dengan Demokrat

Jakarta - Tiga partai kecil yang diprediksi tak lolos parliament threshold (PT) merapat ke Partai Demokrat (PD). Mereka akan meneken koalisi dengan PD siang nanti.

"Hari ini ada tiga partai mau tanda tangan koalisi, yaitu Republikan, PDS, dan PPPI (Partai Pengusaha Pekerja Indonesia)," tutur Ketua DPP PD, Ruhut Sitompul, kepada detikcom di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2009).

Menurut Ruhut, partainya memang tidak menutup pintu koalisi dengan partai yang tidak lolos PT. "Untuk koalisi kita tidak melihat partai lolos PT atau tidak, di luar itu pun kita welcome," tutur pengacara yang pernah memerankan tokoh Poltak dalam sinetron ini.

Penandatanganan kontrak koalisi itu akan diadakan di Hotel Nikko pukul 12.00 WIB. "Dengan PAN kita belum, kita tunggu waktunya," ujarnya. ( van / nrl )

Sumber : Detik Pemilu

Tuesday, April 14, 2009

Suara PDIP di Bali Anjlok Sekitar 12 Persen

Jakarta - PDIP tak mampu mempertahankan perolehan suaranya di Bali. Meskipun tetap unggul, namun perolehan suara partai Megawati ini anjlok sebanyak 12 persen dibandingkan pemilu 2004 lalu.

Dari rekapitulasi perolehan suara sementara DPRD Bali yang disampaikan KPUD Bali hingga pukul 17.00 wita, Selasa (14/4/2009), PDIP masih unggul atas Partai Golkar dan Partai Demokrat.

PDIP meraih suara sebesar 38,71 persen disusul Partai Golkar 15,30 persen dan Partai Demokrat di tempat ketiga sebesar 11,49 persen. Partai baru, yaitu Hanura mampu menyodok di peringkat keempat dengan suara yang signifikan, yaitu 6,52 persen disusul PNIM sebesar 3,50 persen serta Gerindra sebesar 2,79 persen.

Namun jika dibandingkn dengan hasil pemilu legislatif 2004 lalu, perolehan suara PDIP anjlok sebesar 12,63 persen. Pada pemilu 2004 lalu, PDIP berhasil unggul jauh dengan perolehan suara sebesar 51,34 persen. Bali disebut-sebut merupakan kandang partai banteng gemuk ini. Megawati pun memberikan perhatian lebih kepada Bali dengan menggelar kampanye dua kali, yaitu di Kabupaten Bangli dan Jembrana.

Sedangkan, Partai Golkar jauh tertinggal karena hanya mampu meraup suara sebesar 18,10 persen. Namun, pada pemilu legislatif 2009, Partai Golkar di Bali mampu memperbaiki perolehan suaranya.

Partai Demokrat mampu membuat kejutan di Bali. Meskipun tidak mampu menjadi
pemenang, Partai Demokrat mampu mencuri suara sebesar 11,49 persen. Perolehan suaranya meningkat jika dibandingkan dengan pemilu 2004 yang hanya meraih 5,53 persen.

Pada pemilu ini diprediksi, Partai Demokrat di Bali bakal meraih dua kursi di Senayan, Partai Golkar dua kursi sedangkan PDIP tetap mendapatkan jatah lima kursi.

Pada perolehan suara sementara untuk DPR RI, PDIP meraih 37,97 persen suara,
disusul Partai golkar (21,35), dan Partai Demokrat (13,99).

http://pemilu.detiknews.com/

Monday, April 13, 2009

Choudary : Hari Paskah adalah Festival Pagan

Hari Paskah adalah kejahatan, kata seorang Ulama Inggris Anjem Choudary dalam sebuah pesan terbarunya menyambut festival tahunan hari suci Paskah umat Kristiani.

Pesan tersebut dipublis oleh Choudary pada situs Islam4UK, yang merupakan sebuah kelompok yang terinspirasi oleh seorang Ulama bernama Syaikh Umar Bakri yang bercita-cita bendera Allah akan menaungi Downing street Inggris.

Artikel disitus tersebut menyatakan bahwa hari paskah adalah hanya sebuah "Festival Pagan" dan tidak ada hubunganya dengan Yesus. Sebelumnya Choudary juga memimpin aksi menentang tentara Inggris di Irak beberapa waktu yang lalu.

Dia berkata,"Saya berpikir apapun yang tidak Islami adalah sesuatu yang jahat, dan saya meyakini itu. Mengatakan Yesus adalah anak Tuhan, terlaknat dalam ajaran Islam dan keyakinan saya mengatakan bahwa hal tersebut adalah sebuah bentuk penghinaan terhadap Allah."

Ketika ia mengemukakan bahwa umat Kristen mungkin tersinggung dengan pernyataannya, ia berkata,"Ini bukan bermaksud melecehkan keyakinan orang lain. Saya tidak mengatakan orang Kristen yang jahat. Umat Kristen harus menerima pesan terakhir dari Nabi Muhammad dan kembali ke jalan yang benar yaitu keimanan yang hanya bertuhankan Allah yang satu, bukan tiga."

Dia menambahkan:"Kekristenan, seperti semua agama yang lain, bagi Islam adalah sesat. "Yesus hanyalah seorang utusan Allah dan dia akan kembali pada suatu hari nanti dan akan menyingkap penyimpangan yang terjadi di ajaran Kristen. Hari Paskah bukan ajaran asli kristen - itu adalah fetival pagan."(fq/ex)

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/choudary-hari-paskah-adalah-festival-pagan.htm

PD Bersiap Hadapi Gugatan Sengketa Hasil Pemilu 2009

Jakarta - Perolehan suaranya yang melonjak drastis dibanding hasil Pemilu 2004, bisa membuat Partai Demokrat (PD) panen gugatan hasil Pemilu 2009. Sejumlah langkah antisipasi telah PD siapkan untuk menghadapi sidang perselisihan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

"PD punya pengalaman pahit (kehilangan banyak suara) pada 2004 di Sulteng. Sekarang PD memperkuat saksi-saksinya di TPS, sehingga tiap saksi mempunyai salinan otentik rekapitulasi hasil penghitungan suara di TPS," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada detikcom, Senin (13/4/2009).

Bukan salinan data TPS yang wajib dipunyai oleh setiap saksi PD. Mereka juga harus mempunyai salinan dari hasil penghitungan suara tingkat selanjutnya di PPK dan KPUD Kota/Kab serta propinsi.

"Data otentik TPS yang utama, karena itu yang paling rawan. Di dalam UU Pemilu disebutkan setiap saksi 'wajib' menerima salinan hasil yang otenttik, kalau pada 2004 hanya 'dapat' menerima," ujar eks anggota KPU ini.

Untuk menghadapi sidang gugatan hasil Pemilu 2009 di MK kelak, tim hukum PD dipimpin oleh pengacara Amir Sjamsuddin. Pengacara senior tersebut merupakan kuasa hukum KPU untuk sidang gugatan hasil Pemilu 2004.

Selain itu, PD juga menjalin kerja sama pengawasan dengan tujuh parpol lain sesama kontestan Pemilu 2009. Tujuh parpol yang menjalin kerjasama dengan PD itu adalah PAN, PKB, PKS, PBB, PKPI, PDP, Partai Pelopor.

"Kesepakatannya, kami akan saling support data dan alat bukti. Jadi bukan bantuan dalam hal politik," kata Anas.
( lh / aan )

http://pemilu.detiknews.com/

Friday, April 10, 2009

Pengamat: Penurunan Suara PDIP Sudah Diprediksi

Medan - Menurunnya perolehan suara PDI Perjuangan dalam Pemilu 2009, berdasarkan hasil penghitungan cepat, dibanding Pemilu 2004 sudah diprediksi. Salah satu penyebabnya karena PDIP tidak berhasil menempatkan diri sebagai partai oposisi.

Pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU) Ahmad Taufan Damanik mengatakan, PDIP bisa eksis dalam Pemilu 2009 ini karena kelompok nasional masih ada, meski makin berkurang dari waktu ke waktu.

Pendukung terbesar partai ini masih berada di Pulau Jawa, namun persentase perolehan suaranya menurun drastis. Perolehan sekitar 14 hingga 15 persen dalam Pemilu ini, tentu menurun jauh dibanding perolehan 30 persen dan 18 persen pada Pemilu 1999 dan 2004.

"Basis utama dan sumber perolehan suara PDIP masih berada di Pulau Jawa, namun sudah diperhitungkan perolehan suara akan menurun," kata Taufan kepada detikcom di Medan, Kamis (9/4/2009).

Penurunan suara ini, tambah Taufan, antara lain disebabkan karena kegagalan menempatkan diri sebagai oposisi. PDI Perjuangan dinilai gagal meyakinkan publik dibanding SBY.

"Apalagi partai ini sempat blunder, berubah pandangan mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dijadikan salah satu strategi kampanye," kata Taufan.

Dengan situasi ini, maka sulit bagi PDIP untuk memajukan Megawati sebagai presiden untuk bersaing dengan SBY. Apalagi peluang SBY menjadi lebih besar dengan perolehan suara yang diperoleh Partai Demokrat.
( rul / mok )