Monday, April 13, 2009

Prof.Necmetin Erbakan Kembali ke Gelanggang Politik Turki

Istanbul, Setelah hampir 11 tahun diberangus dari aktivitas politik, tokoh politik senior Turki dari kubu Islamis Necmettin Erbakan (Najmuddin Arbaqan) kini kembali memasuki arena gelanggang politik negeri pewaris imperium Utsmani itu.

"Kekuatan tinggi negeri ini senantiasa membngkam dan melarang kita untuk bergerak dan berkecipung di ranah politik. Namun, kita senantiasa pantang mundur untuk selalu memberikan pelayanan yang tulus kepada negeri dan rakyat Turki," demikian ungkap Erbakan dalam jumpa pers-nya yang digelar di Ankara, Sabtu (11/4) kemarin.

Harian Turki berhaluan Islami, Zaman (12/4) melansir, dalam orasinya Erbakan mengemukakan keoptimisannya dan juga partainya, Partai Kebahagiaan (Saadah Parti [SP]) yang akan meraih kemenangan dalam pertarungan parta-partai politik di Turki.

"Partai kita adalah partai yang berhaluan Islam, memiliki agenda-agenda keislaman. Dan kita akan segera sampai di panggung kekuasaan dalam waktu dekat, untuk menyelamatkan Turki dan kemanusiaan secara umum dari kondisi yang mengenaskan sekarang ini," ungkap Erbakan.

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor pusat Partai Kebahagiaan di Ankara itu tidak dihadiri oleh ketua Partai Kebahagiaan itu sendiri, Numan Kurtulmus. Hal inilah yang menjadikan banyak pihak bertanya-tanya. Beberapa media Turki melansir adanya "perebutan pengaruh" di dalam tubuh partai antara Erbakan dan Kurtulmus.

Kurtulmus sendiri dikabarkan tidak diundang dalam jumpa pers tersebut. Meskipun ketua SP secara formal dijabat oleh Kurtulmus, namun sejatinya pucuk kepeminpinan partai berhaluan Islam tersebut berada pada sosok Erbakan.

Erbakan harus menjalani masa isolasi politik selama 11 tahun akibat kudeta putih yang dijalankan oleh sayap militer saat ia menjabat sebagai Perdana Menteri Turki di tahun 1997 silam. Masa isolasi tersebut berakhir sekarang ini.

Sebelumnya, beberapa bulan silam, Presiden Turki Abdullah Gul yang juga murid Erbakan mengeluarkan nota resmi kenegaraan yang menyatakan Erbakan telah dimaafkan oleh negara.

Partai Kebahagiaan mendulang 5,3 % suara dalam pemilihan daerah yang digelar pada Maret kemarin, 3,9 % pada tahun 2004, dan 2,3 persen pada pemilihan umum Turki di tahun 2007. (zmn/L2 Cairo)

PD Bersiap Hadapi Gugatan Sengketa Hasil Pemilu 2009

Jakarta - Perolehan suaranya yang melonjak drastis dibanding hasil Pemilu 2004, bisa membuat Partai Demokrat (PD) panen gugatan hasil Pemilu 2009. Sejumlah langkah antisipasi telah PD siapkan untuk menghadapi sidang perselisihan sengketa hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK).

"PD punya pengalaman pahit (kehilangan banyak suara) pada 2004 di Sulteng. Sekarang PD memperkuat saksi-saksinya di TPS, sehingga tiap saksi mempunyai salinan otentik rekapitulasi hasil penghitungan suara di TPS," ujar Ketua DPP PD Anas Urbaningrum kepada detikcom, Senin (13/4/2009).

Bukan salinan data TPS yang wajib dipunyai oleh setiap saksi PD. Mereka juga harus mempunyai salinan dari hasil penghitungan suara tingkat selanjutnya di PPK dan KPUD Kota/Kab serta propinsi.

"Data otentik TPS yang utama, karena itu yang paling rawan. Di dalam UU Pemilu disebutkan setiap saksi 'wajib' menerima salinan hasil yang otenttik, kalau pada 2004 hanya 'dapat' menerima," ujar eks anggota KPU ini.

Untuk menghadapi sidang gugatan hasil Pemilu 2009 di MK kelak, tim hukum PD dipimpin oleh pengacara Amir Sjamsuddin. Pengacara senior tersebut merupakan kuasa hukum KPU untuk sidang gugatan hasil Pemilu 2004.

Selain itu, PD juga menjalin kerja sama pengawasan dengan tujuh parpol lain sesama kontestan Pemilu 2009. Tujuh parpol yang menjalin kerjasama dengan PD itu adalah PAN, PKB, PKS, PBB, PKPI, PDP, Partai Pelopor.

"Kesepakatannya, kami akan saling support data dan alat bukti. Jadi bukan bantuan dalam hal politik," kata Anas.
( lh / aan )

http://pemilu.detiknews.com/

Sunday, April 12, 2009

Kisah-Kisah Rakyat Palestina Tentang Pendudukan Israel pada 1948 Dikumpulkan



Yerusalem, Sekumpulan NGO dan komunitas di seluruh dunia,juga masyarakat dari Amerika latin sampai dengan negara-negara pasifik, mulai memberikan perhatian terhadap sejarah Palestina dan kisah-kisah muram yang dialami oleh penduduk Palestina: tentang kehidupan yang dirundung ketakutan akan penyerangan dan pembunuhan setiap waktu.

Sebuah situs, PalestineRemembered.com telah berhasil mengumpulkan lusinan kisah pribadi dan kisah penuh kesedihan yang dialami bangsa Palestina yang terusir dari kampung halaman mereka selama perang Israel pada 1948.

Situs tersebut menampilkan tidak kurang dari 450 wawancara, potret-potret sekitar 250 kota, dan berisi lebih dari 1.600 jam rekaman pembicaraan proyek al-Nakba yang diluncurkan sejak musim semi pada 2003.

Situs ini mempunyai tujuan untuk menegaskan bahwa isu inti dari konflik Israel-Palestina adalah disposisi dan pembersihan etnis Palestina, paling tidak sejak enam dekade terakhir. Situs palestineRemembered.com pun ingin membuat sebuah media sederhana yang bisa dijadikan tempat komunikasi para pengungsi, organisasi, dan berbagi pengalaman antar mereka.

Selain itu, sistus tersebut juga bertujuan untuk menyediakan sumber informasi yang komprehensif mengenai desa dan kota yang mengalami pembersihan etnis, (looted), dan dimusnahkan oleh tentara Israel.

Sebagai tempat berkomunikasi para korban kebiadaban Israel, situs ini pun lebih lanjut ingin meningkatkan kesadaran para pengungsi bahwa mereka mempunyai hak untuk kembali ke tanah mereka, juga ke ladang-ladang, dan tempat bisnis mereka. Hak itu tertuang pada resolusi 194 Majelis Umum PBB pada Desember 1948.

Situs ini menawarkan informasi yang sangat bermanfaat bagi para pemuda Palestina dan seluruh pengungsi di dunia untuk mempelajari hak-hak kemanusiaan dan hak politik mereka.

Ketika orang-orang di seluruh dunia menyaksikan potret-potret penuh darah, rekaman penghancuran rumah-rumah, sekolah, rumah sakit, dan masjid, mereka akan marah kepada organisasi yang mempunyai otoritas seperti PBB karena PBB telah gagal menghentikan peperangan. Oleh karena itu, situs ini sangat menarik bagi siapa pun yang ingin melihat betapa Palestina telah diabaikan oleh dunia, dan juga untuk bergabung dalam perjuangan untuk mengembalikan hak-hak bangsa Palestina.

Kisah-kisah pribadi yang direkam dalam situs ini dipandang mampu mengontruksi kembali sejarah yang sebetulnya terjadi di Palestina sejjak penjajahan 1948. (wb/L2 Cairo)

Saturday, April 11, 2009

Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov Serukan Rakyatnya untuk Berpoligami

Chechnya, Presiden Republik Chechnya, Rusia, Ramzan Kadyrov (Ramadhan Qadaruf), menyerukan kalangan laki-laki dari rakyatnya, baik yang belum menikah atau pun yang sudah, untuk menikahi lebih dari satu perempuan, alias berpoligami.

Seruan Kadyrov tersebut ia kemukakan dalam wawancaranya dengan harian Rusia pro-pemerintah Rusiskya Jazita pada hari Selasa (7/4) kemarin. "Saya berpenapat dan berkeyakinan, jika kita, para lelaki pada waktu ini sangat menghajatkan atas poligami," ungkap Kadyrov.

Apa yang dilontarkan oleh Kadyrov sejatinya sangatlah bertentangan dengan undang-undang Rusia, yang melarang poligami. Harian berbahasa Arab yang terbit di Washington, USA, Afaq (10/4) melansir, jika apa yang distatemenkan Kadyrov adalah upaya penegasan independensi republik yang tengah dipimpinnya, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dari sentralitas pemerintahan di Moskwa.

Kadyrov sediri menegaskan hal tersebut. "Di Rusia memang undang-undang negara tidak membolehkan poligami. Tetapi saya hendak menegaskan kepada rakyat saya, bahwa siapa saja kaum lelaki Chechnya yang memiliki keinginan sekaligus kemampuan material dan mental, hendaklah mereka berpoligami," kata Kadyrov.

Presiden republik yang sempat bergolak dengan pemimpin pusat Rusia itu menegaskan, di Chechnya jumlah perempuan lebih banyak dari jumlah pihak laki-laki.

"Di Chechnya, jumlah perempuan melebihi jumlah laki-laki. Tentu saja kaum perempuan butuh kepada sandaran hidup mereka. Dan saya pikir poligami adalah salah satu solusi terbaik," ungkapnya.

Ditambahkannya, meski pemeritahan pusat di Moskwa melarang hukum poligami, tetapi hal tersebut bisa menjadi pengcualian bagi republik Chechnya.

Sejak menjabat sebagai Presiden Republik Bagian Chechnya pada tahun 2007 silam, Ramzan Kadyrov mampu memainkan diplomasi yang cantik dengan pemerintahan pusat di Moskwa. Sebelum masa Kadyrov, Chechnya dan Rusia memiliki hubungan buruk yang berdarah-darah. Hubungan tersebut mulai berubah menuju lebih baik semenjak diperintah oleh Kadyrov.

Selain itu, Kadyrov juga banyak melakukan reformasi di dalam tubuh pemerintahan Republik Bagian Chechya. Ia juga banyak menerapkan undang-undang Islami dalam pemerintahannya, seperti penganjuran para perempuan Muslimah Chechnya untuk memakai jilbab di tempat bekerja mereka, baik di instansi pemerintah atau swasta.

Di pihak yang lain, Moskwa sendiri memberikan kelonggran dan otonomi penuh kepada Kadyrov untuk mengurusi negaranya secara lebih bebas dan terbuka. Otonomi tersebut bahkan tercatat sebagai yang terlonggar dibanding republik bagian Rusia lainnya.

Sebagian pengamat politik sayap kanan Rusia mengkhawatirkan akan otonomi yang luas ini. Mereka takut jika pada suatu saat nanti, Cechnya-ah yang justru akan "menjajah" Rusia. (rjz/afq/L2 Cairo)

Facebook Digunakan Untuk Menentang Berdirinya Masjid di Lichfield

Ratusan warga Lichfield menggunakan situs jejaring sosial Facebook untuk memprotes terhadap ide pembangunan sebuah masjid di kota tersebut.

Sebuah kelompok Facebook, menyerukan untuk menentang pembangunan Masjid di Lichfield dan seruan mereka tersebut telah menarik 1500 anggota dalam hitungan hari.

Permasalahan ini bermula, ketika asosiasi komunitas Muslim bertemu secara informal dengan tiga anggota dewan kota untuk membicarakan tentang isu-isu yang ada di masyarakat.

Salah satu isu yang mereka sampaikan adalah, perlunya sebuah masjid bagi 500 warga Muslim Lichfield serta perkuburan untuk umat Islam.

Mereka mengajukan usulan bahwa mereka - asosiasi masyarakat Muslim Lichfield dapat mengambil alih sebuah gedung kosong di kota dan menggunakannya sebagai masjid permanen.

Kelompok Facebook di berbagai kota mengemukakan berbagai alasan mengapa masjid tidak boleh dibangun di kota, termasuk alasannya karena pembangunan masjid tidak cocok dengan arsitektur kota, dan tidak ada ruang di pusat kota Lichfield yang bisa digunakan untuk masjid dan juga hal tersebut tidak diperlukan untuk proporsi kecil dari populasi penduduk kota.

Dua kelompok Facebook muncul sebagai aksi tandingan dari kelompok Facebook yang menolak adanya Masjid, kelompok tandingan menyerukan "Bangun Sebuah masjid di Lichfield" dan "Untuk sebuah Masjid di Lichfield", telah menarik dukungan 150 anggota untuk mendukung adanya masjid di Lichfield.

Salah seorang dari anggota kelompok Facebook yang mendukung berdirinya Masjid mengatakan : "Kita harus bekerja menuju sebuah kota yang inklusif yang mempersilahkan kami komunitas Muslim untuk berkembang. Saya membuat Facebook dukungan terhadap pembangunan masjid ini setelah melihat salah satu argumen orang yang menolak adanya masjid."

Abdul salam salah seorang anggota dari asosiasi masyarakat muslim Lichfield yang memiliki restoran timur tengah dan telah tinggal di kota tersebut selama 25 tahun, sangat terkejut melihat reaksi dari yang menolak adanya masjid di Lichfield.

Dia berkata : "Saya benar-benar terkejut melihat isi Facebook yang menentang adanya Masjid. Saya pikir kita harus mendiskusikan persoalan ini.

"Kami punya hak untuk melakukan ibadah di sini. Kami juga warga negara, anak-anak kami lahir di sini dan mereka mendapat pendidikan yang baik dan tinggal di Lichfield sampai mereka kuliah ke universitas, kami bukan hanya sekedar warga, kami juga profesional.

"Saya telah tinggal di Lichfield selama lebih dari 25 tahun dan Lichfiled tempat tinggal yang bagus. Kita harus hidup bersama dan bekerja sama untuk mencoba untuk memahami satu sama lain. "

Lichfield adalah sebuah kota di Staffordshire, Inggris. Lichfield terletak 25 km (16 mil) di utara Birmingham dan 200 km (124 mil) barat laut dari pusat London.(fq/expressandstar,eramusim)

Friday, April 10, 2009

Pengamat: Penurunan Suara PDIP Sudah Diprediksi

Medan - Menurunnya perolehan suara PDI Perjuangan dalam Pemilu 2009, berdasarkan hasil penghitungan cepat, dibanding Pemilu 2004 sudah diprediksi. Salah satu penyebabnya karena PDIP tidak berhasil menempatkan diri sebagai partai oposisi.

Pengamat politik Universitas Sumatera Utara (USU) Ahmad Taufan Damanik mengatakan, PDIP bisa eksis dalam Pemilu 2009 ini karena kelompok nasional masih ada, meski makin berkurang dari waktu ke waktu.

Pendukung terbesar partai ini masih berada di Pulau Jawa, namun persentase perolehan suaranya menurun drastis. Perolehan sekitar 14 hingga 15 persen dalam Pemilu ini, tentu menurun jauh dibanding perolehan 30 persen dan 18 persen pada Pemilu 1999 dan 2004.

"Basis utama dan sumber perolehan suara PDIP masih berada di Pulau Jawa, namun sudah diperhitungkan perolehan suara akan menurun," kata Taufan kepada detikcom di Medan, Kamis (9/4/2009).

Penurunan suara ini, tambah Taufan, antara lain disebabkan karena kegagalan menempatkan diri sebagai oposisi. PDI Perjuangan dinilai gagal meyakinkan publik dibanding SBY.

"Apalagi partai ini sempat blunder, berubah pandangan mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dijadikan salah satu strategi kampanye," kata Taufan.

Dengan situasi ini, maka sulit bagi PDIP untuk memajukan Megawati sebagai presiden untuk bersaing dengan SBY. Apalagi peluang SBY menjadi lebih besar dengan perolehan suara yang diperoleh Partai Demokrat.
( rul / mok )

Thursday, April 9, 2009

Free Press Society Denmark Cetak dan Jual Kartun Rasulullah

Pelecehan terhadap Rasulullah Muhammad saw masih berlanjut di Denmark dan kali ini dilakukan oleh organisasi Free Press Society. Organisasi itu mencetak dan menjual kartun Rasulullah yang pernah dimuat oleh surat kabar Jyllands-Posten tahun 2005 lalu dan memicu kemarahan umat Muslim sedunia.

Dalam situsnya, Free Press Community menyatakan telah mencetak seribu kartun Rasulullah yang mengenakan sorban dengan sumbu bagian diujungnya, seolah-olah bom yang siap meledak. Kartun-kartun diberi nomer dan ditandatangani oleh pembuat kartunnya, Kurt Westergaard dan akan dijual dengan harga 250 dollar per kartun.

"Sekarang Anda bisa memiliki secara eksklusif gambar paling terkenal abad ini," demikian tawaran yang ditulis Free Press Society dalam situsnya.

Dalam situsnya, organisasi itu juga mengatakan bahwa Kurt Westergaard adalah orang terkenal di dunia meski sekarang ia harus hidup dibawah perlindungan aparat kepolisian. "Meski mendapatkan banyak ancaman dan rencana pembunuhan dari kelompok Islamis, dia (Westergaard) tidak pernah menyatakan penyesalannya dan sebagai seniman tidak akan pernah minta maaf," tulis Free Press Society memuji Westergaard.

Westergaard,73, adalah salah seorang kartunis yang membuat 12 kartun Rasulullah Muhammad saw yang dimuat harian Jyllands-Posten tahun 2005 lalu. Kartun-kartun yang melecehkan Rasulullah itu memicu protes umat Islam di seluruh dunia dan Westergaard sendiri menerima banyak ancaman yang memaksanya harus bersembunyi dari publik.

Tahun 2008, aparat Denmark menangkap dua orang Tunisia yang dicurigai merencanakan pembunuhan terhadap Westergaard. Tapi kedua orang itu kemudian dibebaskan tanpa proses pengadilan, setelah mereka meminta agar pemerintah Denmark mendeportasi mereka saja dengan alasan keamanan nasional.

Organisasi Free Press Society sudah menjual kartun-kartun Rasulullah itu sejak seminggu yang lalu untuk mengumpulkan dana. Presiden Free Press, Lars Hedegaard mengatakan, sejauh ini sudah terjual 200 kartun.

Free Press Society yang didirikan di Denmark pada tahun 2004, beranggotakan berbagai lapisan masyarakat mulai dari wartawan, guru-guru sekolah dan konsultan. Organisasi ini termasuk organisasi di Denmark yang anti-Islam. "Organisasi kami tidak berdasarkan pada pandangan politik apapun. Tapi menurut kami, Islam adalah ancaman terbesar bagi kebebasan berbicara," tuding Hedergaard.

Pemerintah Denmark belum mengambil tindakan apapun terhadap organisasi Free Press Society yang telah dengan sengaja mencetak bahkan menjual kartun-kartun yang melecehkan Rasulullah saw. Komunitas Muslim di Denmark juga belum bereaksi atas tindakan organisasi anti-Islam itu. (ln/aby/eramuslim)